Freebies

Halo rekan2 pengguna jalan, for fun, kami memiliki 6 buah Kingston 4GB flashdisk yang ingin kami bagikan ke fans. Karena jumlahnya terbatas, maka kami akan undi secara acak.

Freebies for fans

Freebies for fans

Syarat untuk ikutan mudah, hanya dengan menuliskan di home wall facebook Anda (bukan di wall lewatmana.com) sedikit tentang lewatmana.com, keuntungannya bagi sesama pengguna jalan dan juga sertakan link ke http://lewatmana.com. Serta Ajaklah teman anda menjadi fans dan ikutan untuk mendapat free 4GB flaskdisk.

Cara pengundiannya akan dilakukan dengan cara me-refresh halaman page facebook lewatmana.com untuk memilih 6 fans yang ditampilkan secara acak di kolom kiri halaman facebook lewatmana.com (http://facebook.com/lewatmana). Jadi jangan lupa pastikan Anda sudah menjadi fan.
Note: Pengacakan penampilan fans dilakukan facebook, bukan oleh lewatmana.com.

Lucky Fans

Lucky Fans

Kami akan menayangkan rekaman prosess penentuan pemenang di page facebook lewatmana.com tanggal 5-Agustus-2009. Jangan lupa syaratnya seperti yang tertera di atas, karena kami akan mengunjungi wall facebook masing2 pemenang untuk memastikan sudah memenuhi persyaratan undian dan memastikan penulisan di wall facebook pemenang harus dilakukan sebelum tanggal undian berlangsung (5-Agustus-2009).

Terima kasih atas partisipasinya, semoga anda beruntung…

Kualitas dan Validasi data dari GPS

Tantangan paling utama dalam pengunaan data GPS dari kendaraan sebagai indikator kemacetan lalu lintas adalah memvalidasi bahwa data sudah benar sesuai di lapangan (Ground-Truth Test). Tidak seperti data yang dihasilkan dari kamera, dimana operator dapat melakukan validasi langsung dengan kamera untuk memastikan data sudah tepat. Data dari GPS tentunya memerlukan beberapa langkah dan strategi untuk memastikan data sudah benar dan layak dipublikasi ke publik. Jadi inilah tantangan kami dalam memvalidasi data yang dihasilkan dari alat GPS.

Menampung titik laporan posisi koordinat dan kecepatan kendaraan mungkin adalah bagian yang paling mudah dari semua proses ini. Data data titik lokasi dan kecepatan akan terpopulasi di database yang kemudian akan diproses mejadi historical lines yang ditampilkan di peta. Dalam tulisan kali ini kami tidak akan membahas detail mengenai prosess ini, namun kami ingin mengulas sedikit tentang proses validasinya.

Validasi Data GPS di Negara Maju

Validasi data GPS yang telah dilakukan di negara maju seperti Amerika Serikat mengunakan data pembanding dari berbagai media alat termasuk kamera, alat GPS pembanding lainnya yang berjalan bersamaan dan loop speed sensor yang terpasang di jalanan. Semuanya ini dilakukan hanya untuk memastikan data benar dan akurat. Seperti salah satu contoh proyek untuk memvalidasi data yang disupply oleh salah satu pengelola data traffic terkemuka di Amerika Serikat.

Di proyek validasi itu sebagai contoh untuk satu section highway sepanjang 178 Km harus dilakukan studi analisa sedikitnya 4 bulan dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah di bidang transpotasi, pengelola jalan tol, dan berbagai organisasi lainnya. Mereka harus melakukan studi perbandingan di lapangan minimal sebanyak 19.000 observasi dari kecepatan kendaraan di lapangan selama lebih dari 1.500 jam dari sekitar 54 sektor jalan. Dari hasil studi itu kemudian disimpulkan bahwa hasil dari data yang disediakan perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan dengan tingkat toleransi kesalahan yang sudah ditentukan di proyek tersebut.

Perusahaan penyedia data traffic lalu lintas tersebut mendapatkan data dari campuran lebih dari 1 miliar real time data point termasuk hampir 1 juta GPS yang dipasang di kendaraan komersial dan konsumer termasuk kendaraan pribadi, kendaraan servis, kendaraan shuttle airport, taksi dan truk. Selain itu data juga didapat dari alat selular yang dilengkapi dengan GPS dari konsumer dan sensor jalan tradisional.

Proses Validasi Data GPS

Proses Validasi Data GPS. (Inrix.Com)

 

Masalah Validasi Data GPS di Indonesia

Di Indonesia keberadaan GPS relatif masih sedikit, karena harga yang relatif mahal untuk dijangkau khalayak ramai, sehingga pemberdayaan GPS sebagai sumber data traffic lalu lintas masih memerlukan banyak tahapan agar sampai pada tingkat jumlah kualitas yang tinggi. Dengan jumlah GPS yg masih terlalu sedikit akan mengakibatkan sensitivitas data yang tinggi yang mudah dipengaruhi faktor eksternal seperti kendaraan umum yang berhenti untuk mengambil dan menurunkan penumpang, atau data dari taksi yang lagi berjalan perlahan lahan mencari penumpang, dan lainnya. Sebaliknya apabila data dari GPS dapat di aggregat minimum lebih dari 2 kendaraan atau lebih yang melintas di jalan yang sama di saat yang hampir bersamaan akan memberikan kualitas data yang jauh lebih baik. Jadi berapa jumlah alat GPS yang diperlukan di daerah JABODETABEK saja? 30.000? 100.000? 300.000? atau lebih?

Proses validasi tersebut diatas dilakukan dengan serius dikarenakan sangat pentingnya akurasi data. Data tidak akan berguna apabila data “quantitative” itu memiliki tingkat deviasi kesalahan yang tinggi. Memang menimbang keberadaan data pembanding di negara maju seperti Amerika Serikat dengan yang ada di Indonesia tentunya sangat tidak sepadan, namun bukan berarti kita harus menerima apa adanya dari data yang tersedia ketimbang tidak ada data sama sekali. Justru adanya data yang salah akan berpotensi merubah rute perjalanan anda, karena data yang salah tersebut justru membuat anda memutuskan mengambil jalur alternatif lainnya yang mungkin akan lebih lama dan merepotkan. Sebaliknya apabila tidak ada data sama sekali berarti kita akan mengunakan insting dan jalur yang biasanya dilalui yang tentunya biasanya lebih dekat atau paling cepat.

Dari masalah validasi tersebut di atas memang solusinya agak terbatas, selain menambah jumlah alat GPS terutama di kendaraan pribadi, mungkin solusi lainnya diperlukan adanya metode “self verification” di setiap kendaraan misalnya ditambahkan alat kedua yang digunakan sebagai data pembanding misalnya dari signal GSM atau mengunakan speed probe untuk pembanding kecepatan kendaraan di sekitarnya yang semuanya ini tentunya akan mengakibatkan meningkatnya biaya secara signifikan sehingga menjadikannya tidak feasible. Kami berharap akan menemukan perkembangan baru dalam prosess validasi data GPS dan dapat kami informasikan di waktu yang akan datang.

Kamera Sebagai Pendeteksi Traffic Lalu Lintas

Alternatif yang lebih feasible disementara waktu ini adalah dengan mendeteksi level kepadatan kendaraan dari pengolahan gambar yang dihasilkan dari kamera. Dengan ini data peta kemacetan yang dihasilkan dari kamera dapat dengan mudah di verifikasi kebenarannya langsung dari kamera itu sendiri. Masing-masing kamera akan menghasilkan kurang lebih 2.800 data lalu lintas dalam 24 jam yang merepresentasikan data lebih dari ribuan bahkan ratusan ribu kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Selain data traffic lalu lintas, kamera juga dapat memberikan informasi cuaca, banjir maupun informasi lainnya. Kami sekarang sedang dalam tahap uji coba peta kemacetan dari pengolahan gambar dari kamera, dan sementara waktu masih divalidasi operator untuk memastikan akurasi data. Kami ingin mengajak rekan-rekan sekalian untuk bersama-sama memasang web kamera Anda untuk menjadi titik data entri yang dapat membantu kita sekalian menghindar dari macet.

Semoga bermanfaat, Salam.

Tak Cuma Mengandalkan Intuisi (Koran Tempo)

Senin, 01 Juni 2009 | 12:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dewi Rahadian tak bisa menutupi rasa kesalnya. Alkisah, suatu pagi di awal pekan ini, ia harus memburu waktu untuk rapat di kantornya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari rumahnya di Bintaro, wanita 33 tahun ini memacu jip Daihatsu Taruna-nya. Untuk bisa sampai tepat waktu, mau tak mau ia harus mencari jalan tercepat. Dewi pun memutuskan menghindari Jalan Arteri Pondok Indah, yang jadi langganan macet.

Jalan Ciputat Raya jadi pilihan. Memang, untuk memilih jalan itu, ia hanya mengandalkan intuisi. “Karena biasanya jalan itu lebih lancar,” ujarnya. Sayang, intuisinya ternyata meleset. Jalan tersebut macet parah. “Saya nggak mengira,” ujarnya sambil menggerutu setibanya di kantor. Beruntung, ia tak sampai dimarahi bosnya lantaran telat.

Pengalaman Dewi tentu sering dialami banyak warga Jakarta. Maksud hati ingin menghindari macet, tapi malah terjebak kemacetan. Nah, belum lama ini telah diluncurkan situs layanan yang menyediakan informasi lalu lintas untuk pengguna jalan. Namanya Lewat Mana (http://lewatmana.com).

Tujuan dibuatnya portal layanan ini memang untuk memberi sebanyak mungkin informasi lalu lintas di Jakarta. “Saat ini problem utama di Jakarta adalah kemacetan,” kata Hendry Soelistyo, sang pendiri Lewat Mana. Ia dibantu dua rekannya, Ronny Haryanto untuk bidang teknologi dan Alex Liem untuk pemasarannya. Melalui layanan ini, pengguna tidak hanya disajikan informasi, tapi juga diberi kesempatan untuk berbagi informasi dengan pengguna lain.

Hendry memanfaatkan komunitas jejaring sosial yang kini menjamur di Indonesia, seperti Facebook dan Twitter. “Karena pendekatannya adalah ke komunitas-komunitas, kami mendorong semua komunitas itu untuk ikut berkontribusi,” ujar pemilik Trafficlive Asia, perusahaan penyedia layanan ini, tersebut. Karena itulah Lewat Mana menyediakan fitur Facebook connect agar pengguna bisa langsung berbagi informasi lalu lintas dengan akun Facebooknya.

Selain bisa men-submit informasi, pengguna dapat melihat kondisi lalu lintas di lokasi melalui fasilitas kamera. Sayangnya, Lewat Mana baru menyediakan fasilitas kamera di 14 lokasi di Jakarta, Tangerang, dan Depok. Selain melihat kondisi lalu lintas via kamera, secara bersamaan pengguna bisa melihat peta lokasi tersebut.

Sesuai dengan kondisinya, aplikasi peta dari Google ini akan diberi tanda-tanda khusus. Jika berwarna merah, berarti jalan itu sedang macet. Warna hijau artinya lancar, biru ramai lancar, dan ungu padat merayap.

Fitur informasi visual inilah yang akan dikembangkan. Kamera tidak hanya dipasang di jalan-jalan utama, tapi juga di jalan-jalan alternatif. Karena itu, pihaknya menawarkan kerja sama kepada siapa pun, misalnya perusahaan pemilik gedung atau apartemen, untuk memasang kamera web di atas gedung yang menghadap ke jalan. Syaratnya cuma satu: tempat itu terkoneksi dengan Internet.

“Siapa pun bisa mengunggah fasilitas kamera di server kami untuk bisa ikut menampilkan kondisi jalan,” kata pria 39 tahun tersebut. Kerja sama juga telah dilakukannya untuk 14 lokasi yang kini telah dipasangi kamera. Tentu saja pemasang kamera ikut diuntungkan, karena ikut dipromosikan melalui layanan ini.

Pihaknya juga akan mengembangkan fitur sharing. Dengan fitur ini, kata Hendry, pengguna bisa ikut mendefinisikan jalan alternatif yang ditawarkan ke pengguna lain. “Semua fitur arah yang ada di peta nantinya akan bekerja sama dengan Google.” Hendry juga membuka kemungkinan jika ada yang ingin menempatkan kamera di luar Jakarta atau kota besar lain.

Pengguna juga bisa mengakses layanan ini melalui ponsel. Untuk memudahkan pengguna, semua ponsel, asalkan sudah terkoneksi Internet, bisa mengakses Lewat Mana di m.lewatmana.com. dan dari semua browser alias peramban mobile. Namun, saat ini pengguna ponsel masih belum bisa melihat kondisi lalu lintas secara langsung lewat fasilitas kamera. “Bisa, tapi harus download video player dulu, itu kan ribet. Jadi Kami masih mencari cara paling tepat.”

Hendry menginginkan portal ini menjadi layanan informasi yang mudah digunakan kelak. “Sehingga, seperti namanya, pengguna bisa segera membuat keputusan mau lewat mana,” ujarnya. Dan pemakai jalan seperti Dewi tak lagi cuma mengandalkan intuisi.
Dimas

Video Timelapse Kamera Kebon Jeruk 18 Mei 2009

Kali ini kami ingin menampilkan hasil olah gambar kamera. Jadi ceritanya kami mengumpulkan hasil snapshot kamera kebon jeruk dalam kurun waktu 24 jam, dan ingin mengolahnya menjadi sesuatu hal yang menarik.

Frekwensi pengambilan gambar adalah 1 kali dalam 30 detik. Jadi dalam kurun waktu 24 jam, ada 2880 gambar (hasil perkalian sederhana, 24 x 60 x 2 = 2880). Nah dari sejumlah gambar tersebut kami olah dengan ffmpeg untuk menghasilkan sebuah video timelapse. Dan hasilnya bisa Anda lihat di bawah ini.

Video berdurasi 3 menit 6 detik, hasil rekaman gambar pada tanggal 18 Mei 2009 sekitar pukul tiga sore sampai esoknya pada jam yang sama (24 jam penuh).



Untuk pengakses dari luar negeri, silahkan coba akses mirror video yang tersedia di blip.tv.

Perlu dicatat disini, timelapse memang terkesan terpatah-patah dari satu frame ke frame yang lainnya. Karena memang pengambilan gambar tiap 30 detik.

Joining the Blogosphere

Tidak terasa sudah dua bulan berlalu sejak portal komunitas lewatmana.com live untuk kita semua. Dan dalam kurun waktu tersebut, ada penambahan kamera (ada juga pengurangan kamera), penambahan fitur-fitur baru dan tentu saja ada banyak cerita menarik dibalik layar pengembangan portal lewatmana. Kami akan berbagi cerita dan pengalaman yang mungkin menarik dan berguna.

Selamat datang di blog baru kami, blog.lewatmana.com. Nantikan terus tulisan tulisan menarik dari kami dan berbagai sumber. Semoga dapat berguna membantu kegiatan sehari-hari kita semua menjadi lebih efficient, nyaman dan menyenangkan.

Salam hangat,
Team lewatmana.com

Halaman 5 dari 512345