Kualitas dan Validasi data dari GPS

Tantangan paling utama dalam pengunaan data GPS dari kendaraan sebagai indikator kemacetan lalu lintas adalah memvalidasi bahwa data sudah benar sesuai di lapangan (Ground-Truth Test). Tidak seperti data yang dihasilkan dari kamera, dimana operator dapat melakukan validasi langsung dengan kamera untuk memastikan data sudah tepat. Data dari GPS tentunya memerlukan beberapa langkah dan strategi untuk memastikan data sudah benar dan layak dipublikasi ke publik. Jadi inilah tantangan kami dalam memvalidasi data yang dihasilkan dari alat GPS.

Menampung titik laporan posisi koordinat dan kecepatan kendaraan mungkin adalah bagian yang paling mudah dari semua proses ini. Data data titik lokasi dan kecepatan akan terpopulasi di database yang kemudian akan diproses mejadi historical lines yang ditampilkan di peta. Dalam tulisan kali ini kami tidak akan membahas detail mengenai prosess ini, namun kami ingin mengulas sedikit tentang proses validasinya.

Validasi Data GPS di Negara Maju

Validasi data GPS yang telah dilakukan di negara maju seperti Amerika Serikat mengunakan data pembanding dari berbagai media alat termasuk kamera, alat GPS pembanding lainnya yang berjalan bersamaan dan loop speed sensor yang terpasang di jalanan. Semuanya ini dilakukan hanya untuk memastikan data benar dan akurat. Seperti salah satu contoh proyek untuk memvalidasi data yang disupply oleh salah satu pengelola data traffic terkemuka di Amerika Serikat.

Di proyek validasi itu sebagai contoh untuk satu section highway sepanjang 178 Km harus dilakukan studi analisa sedikitnya 4 bulan dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah di bidang transpotasi, pengelola jalan tol, dan berbagai organisasi lainnya. Mereka harus melakukan studi perbandingan di lapangan minimal sebanyak 19.000 observasi dari kecepatan kendaraan di lapangan selama lebih dari 1.500 jam dari sekitar 54 sektor jalan. Dari hasil studi itu kemudian disimpulkan bahwa hasil dari data yang disediakan perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan dengan tingkat toleransi kesalahan yang sudah ditentukan di proyek tersebut.

Perusahaan penyedia data traffic lalu lintas tersebut mendapatkan data dari campuran lebih dari 1 miliar real time data point termasuk hampir 1 juta GPS yang dipasang di kendaraan komersial dan konsumer termasuk kendaraan pribadi, kendaraan servis, kendaraan shuttle airport, taksi dan truk. Selain itu data juga didapat dari alat selular yang dilengkapi dengan GPS dari konsumer dan sensor jalan tradisional.

Proses Validasi Data GPS

Proses Validasi Data GPS. (Inrix.Com)

 

Masalah Validasi Data GPS di Indonesia

Di Indonesia keberadaan GPS relatif masih sedikit, karena harga yang relatif mahal untuk dijangkau khalayak ramai, sehingga pemberdayaan GPS sebagai sumber data traffic lalu lintas masih memerlukan banyak tahapan agar sampai pada tingkat jumlah kualitas yang tinggi. Dengan jumlah GPS yg masih terlalu sedikit akan mengakibatkan sensitivitas data yang tinggi yang mudah dipengaruhi faktor eksternal seperti kendaraan umum yang berhenti untuk mengambil dan menurunkan penumpang, atau data dari taksi yang lagi berjalan perlahan lahan mencari penumpang, dan lainnya. Sebaliknya apabila data dari GPS dapat di aggregat minimum lebih dari 2 kendaraan atau lebih yang melintas di jalan yang sama di saat yang hampir bersamaan akan memberikan kualitas data yang jauh lebih baik. Jadi berapa jumlah alat GPS yang diperlukan di daerah JABODETABEK saja? 30.000? 100.000? 300.000? atau lebih?

Proses validasi tersebut diatas dilakukan dengan serius dikarenakan sangat pentingnya akurasi data. Data tidak akan berguna apabila data “quantitative” itu memiliki tingkat deviasi kesalahan yang tinggi. Memang menimbang keberadaan data pembanding di negara maju seperti Amerika Serikat dengan yang ada di Indonesia tentunya sangat tidak sepadan, namun bukan berarti kita harus menerima apa adanya dari data yang tersedia ketimbang tidak ada data sama sekali. Justru adanya data yang salah akan berpotensi merubah rute perjalanan anda, karena data yang salah tersebut justru membuat anda memutuskan mengambil jalur alternatif lainnya yang mungkin akan lebih lama dan merepotkan. Sebaliknya apabila tidak ada data sama sekali berarti kita akan mengunakan insting dan jalur yang biasanya dilalui yang tentunya biasanya lebih dekat atau paling cepat.

Dari masalah validasi tersebut di atas memang solusinya agak terbatas, selain menambah jumlah alat GPS terutama di kendaraan pribadi, mungkin solusi lainnya diperlukan adanya metode “self verification” di setiap kendaraan misalnya ditambahkan alat kedua yang digunakan sebagai data pembanding misalnya dari signal GSM atau mengunakan speed probe untuk pembanding kecepatan kendaraan di sekitarnya yang semuanya ini tentunya akan mengakibatkan meningkatnya biaya secara signifikan sehingga menjadikannya tidak feasible. Kami berharap akan menemukan perkembangan baru dalam prosess validasi data GPS dan dapat kami informasikan di waktu yang akan datang.

Kamera Sebagai Pendeteksi Traffic Lalu Lintas

Alternatif yang lebih feasible disementara waktu ini adalah dengan mendeteksi level kepadatan kendaraan dari pengolahan gambar yang dihasilkan dari kamera. Dengan ini data peta kemacetan yang dihasilkan dari kamera dapat dengan mudah di verifikasi kebenarannya langsung dari kamera itu sendiri. Masing-masing kamera akan menghasilkan kurang lebih 2.800 data lalu lintas dalam 24 jam yang merepresentasikan data lebih dari ribuan bahkan ratusan ribu kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Selain data traffic lalu lintas, kamera juga dapat memberikan informasi cuaca, banjir maupun informasi lainnya. Kami sekarang sedang dalam tahap uji coba peta kemacetan dari pengolahan gambar dari kamera, dan sementara waktu masih divalidasi operator untuk memastikan akurasi data. Kami ingin mengajak rekan-rekan sekalian untuk bersama-sama memasang web kamera Anda untuk menjadi titik data entri yang dapat membantu kita sekalian menghindar dari macet.

Semoga bermanfaat, Salam.

Komentar

Ada 5 komentar untuk post ini.

  • Deteksi Kemacetan Lalu Lintas di LewatMana.com | Cecep Mahbub
    22 June 2009 1:27 am

    [...] bagaimana dengan GPS? Anda bisa baca artikel terbaru di blog lewatmana.com, tentang Kualitas dan Validasi data dari GPS. Disana dibahas secara lugas, beberapa kendala seputar implementasi deteksi peta kemacetan [...]

  • Update susah karen kurangya jaringan
    22 June 2009 11:29 am

    Karena infrastuktur satelit dan kamera jaringan yang kurang, efeisiensi bahan bakar tidak akan bisa berkuang.Semoga kekurangan ini diperkuat secara bertahap dan rapih.

  • Setiawan
    27 June 2009 6:57 pm

    ok tuh tp di perluas dunk ke bekasi terutama Jatiwaringin dan sekitarnya yaaa

    Thanks

  • Dudiet
    22 July 2009 11:27 am

    validasi data apa yang dimaksud? kalau data peta Jakarta cukup akurat peta dari teleatlas http://maps.google.com/ dan menjadi sumber data untuk software2 GPS Garmin dan Nav N Go iGo8. Memang data kemacetan saat in belum aktif/ada karena di Indonesia belum ada satu pun yang mendukung TMC (Traffic Message Channel) padahal device2 GPS yang beredar (http://en.wikipedia.org/wiki/Traffic_Message_Channel) sudah TMC ready. di Eropa sudah berjalan dengan baik (

  • LewatMana.com
    22 July 2009 12:02 pm

    Yang dimaksud adalah validasi data trafik lalulintas dari GPS. Idenya adalah dari sekian banyak kendaraan yang terpasang GPS, akan mengirimkan informasi trafik lalulintas.

    Tapi seperti yang disebutkan dalam tulisan di atas, kendalanya adalah jumlah perangkat GPS yang terpasang dikendaraan yang akan dijadikan sebagai sensor trafik lalulintas, masih sangat terbatas.

Tinggalkan Komentar Anda